, 05 September 2010
DFM NEWS 16 Mei 2010 (07:45 WIB)
DFM NEWS 15 Mei 2010 (18:45 WIB)
DFM NEWS 15 Mei 2010 (15:45 WIB)
DFM NEWS 15 Mei 2010 (07:45 WIB)
DFM NEWS 14 Mei 2010 (18:45 WIB)
 
  Riri Wijaya
  Desiree Manumpil
  Pritha Wibisono
  Hari Setyowanto
  
 
 
 
DFM NEWS 16 Mei 2010 (07:45 WIB)

Laporan: Jody/Hari

[Berita Damandiri]

Penggunaan Suwek Jadi Bahan Bakar Biomas Energi

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Solo telah menemukan penggunaan suwek sejenis tumbuhan hutan yang gatal menjadi bahan bakar biomas energi. Suwek ini meskipun nilai hasilnya lebih rendah dari singkong tetapi tidak bertentangan karena singkong sebagai bahan makanan. Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono mengatakan, saat ini sedang mengembangkan bahan bakar biomas yang ramah lingkungan yang tidak menimbukan polusi. Nantinya bahan bakar itu, bisa berasal dari jerami, celetong, singkong atau suwek yang banyak tumbuh di mana saja. Menurut Haryono, penemuan Universitas Muhammadiyah Surakarta Solo ini perlu diacungkan jempol. Mereka berhasil merubah tanaman suwek menjadi biomas energi, yang salah satunya untuk memasak bahan membatik. Untuk merespon bahan bakar yang ramah lingkungan ini kini didirikan Biomas Energi Center. Hal itu merupakan kerja sama inisiatif kita di Indonesia maupun negara Belanda.

Pemerintah Siapkan Dana Responsif Jender

Kementrian Kesehatan merencanakan dan menganggarkan dana responsif Jender. Kebijakan ini merupakan upaya percepatan pencapaian target Millenium Development Goals atau MDGs. Terkait kesehatan, utamanya sasaran MDGs 5 yaitu menurunkan angka kematian ibu (AKI) melahirkan hingga tiga per empatnya. Demikian dikatakan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih dalam Penandatanganan Kesepakatan Bersama dengan Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak tentang Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender atau PUG Bidang Kesehatan, di Jakarta.
Tujuan Kesepakatan Bersama adalah peningkatan perencanaan dan penganggaran kebijakan, program, serta kegiatan di bidang kesehatan yang responsif gender. Selain itu, ruang lingkup kesepakatan meliputi penyediaan data terpilah di bidang kesehatan; peningkatan kinerja Tim PUG bidang kesehatan; serta peningkatan advokasi, sosialisasi, komunikasi, informasi, dan edukasi tentang PUG.

18 Ribu Desa Tak Miliki Tenaga Kesehatan Bidan

Direktur Bina Kesehatan Ibu Kementerian Kesehatan Ina Hernawati mengatakan, sekitar 18.000 desa tidak memiliki tenaga kesehatan, terutama bidan. Ia menyebut, ada 52.000 desa siaga yang ada pusat kesehatan desa dengan tenaga kesehatan. Pemerintah mengangkat tenaga kesehatan strategis, seperti dokter, dokter spesialis, dan bidan, erutama di daerah bermasalah agar ibu hamil mendapatkan pelayanan kesehatan. Di daerah terpencil ada puskesmas keliling. Juga ada program kemitraan tenaga kesehatan dengan dukun bayi. Dikatakan, dukun bayi dilatih mengenali tanda-tanda gangguan kesehatan pada ibu hamil sejak dini agar segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang layak. Dia menambahkan, Program, Perencanaan, Persalinan, dan Pencegahan Komplikasi (P4K) bagi ibu hamil yang melibatkan komunitas, tenaga kesehatan, dan dukun bayi diharapkan dapat menekan angka kematian ibu. Program itu mencakup pendataan dan pemantauan ibu hamil, mencakup seluruh kebutuhan persalinan, mulai dari pendamping persalinan, waktu persalinan, transportasi, hingga calon donor darah. Kontribusi pemerintah daerah amat dibutuhkan guna mempercepat pencapaian target tersebut.

Pemerintah Mendorong Lulusan SMK Go Internasional

Pemerintah saat ini mulai mendorong lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk go internasional. Karena itu, dalam beberapa tahun terakhir ini, Kementerian Pendidikan Nasional tiap tahun mengirim siswa juara lomba kompetensi siswa (LKS) SMK ke ajang kompetensi internasional. Direktur Pembinaan SMK Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendiknas, Joko Sutrisno menyebut, tiap tahun siswa juara LKS SMK kita latih beberapa bulan oleh tim khusus untuk dipersiapkan mengikuti lomba di event internasional. Karena itu, menurut dia, materi-materi LKS SMK dalam beberapa tahun terakhir ini diarahkan untuk mempersiapkan mereka berlomba di ajang internasional. Dikatakan, sudah waktunya lulusan SMK tidak hanya diperuntukan mengisi lowongan pekerjaan yang ada di industri dalam negeri, tapi juga menciptakan lapangan pekerjaan sebagai wirausahawan, bahkan mereka harus \'laku\' di dunia internasional.



 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
DFM NEWS 15 Mei 2010 (18:45 WIB)
DFM NEWS 15 Mei 2010 (15:45 WIB)
DFM NEWS 15 Mei 2010 (07:45 WIB)
DFM NEWS 14 Mei 2010 (18:45 WIB)
DFM NEWS 14 Mei 2010 (15:45 WIB)
  Profil Radio DFM
  Redaksi
  Announcer
   LOGIN
   
  @radiodfm.com
   PASSWORD
   
   
Info Sehat - Gadis Merokok
Info Sehat - Breast Crawl
Info Sehat- Madu & Luka
TIPS MUDIK / KENDARAAN
TIPS MUDIK
 
 
 
   
Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Radio DFM Jakarta
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra

Home | Profil | Kontak Kami | Suara Pendengar
Redaksi Radio DFM Jakarta : redaksi@radiodfm.com
Copyright © 2004 radiodfm.com
design by Visionnet