[''Posdaya Membangun Jakarta'' Senin - Jum'at, 10.00-11.00 WIB]Menghadapi banjir bandang yang luar biasa dalam tiga hari ini Tim-tim daerah DNIKS yang sebenarnya jauh dari DKI Jakarta telah terbetik rasa solidaritasnya. Melalui jaringan DNIKS dalam BK3S yang dipelopori oleh BK3S Jawa Timur, yang dipimpin Ibu Imam Utomo, diwakili Ketuanya Dr. Tjuk Sukiadi, telah secara spontan mengirimkan sumbangan sebesar Rp. 50 juta melalui BK3S di DKI Jakarta. Sumbangan uang di sertai anjuran kepada keluarga Jawa Timur yang mempunyai anggota atau kerabat yang tinggal di Jakarta untuk secara langsung memberikan bantuan kepada kerabat masing-masing dalam mengatasi masalah darurat akibat banjir bandang tersebut.
Sementara itu, keluarga yang berada di propinsi-propinsi dekat yang mendengar dan melihat nasib saudaranya melalui radio dan televisi nasional, baik secara bersama maupun melalui sumbangan perorangan telah bersama-sama ikut meringankan beban mereka yang sedang menderita. Tidak sedikit keluarga yang melalui jaringan telepon saling memberi kabar dan meminta anggota keluarga atau kenalannya untuk bergabung dan menunggu air surut dirumah keluarga yang kebetulan tidak kebanjiran. Jiwa peduli anak bangsa dengan adanya musibah seperti ini bangkit kembali. BK3S Propinsi Banten, yang biarpun mendapat musibah yang hampir sama, telah menyumbang sebesar Rp. 30 juta, sementara BK3S Propinsi DKI Jakarta telah mengeluarkan sumbangan sebesar Rp. 30 juta disamping mengirimkan droping makanan dan peralatan rumah tangga yang diperlukan para pengungsi.
Sejalan dengan musibah banjir sumbangan yang mengalir dari berbagai penjuru BK3S tersebut, Sekjen DNIKS, Ir. Wahyu, telah membuka nomor tilpon pos-pos pelaporan di berbagai daerah. Disamping itu telah dihimpun tenaga-tenaga sukarelawan dari berbagai kalangan, antara lain dari Delf (DF) dengan mengumpulkan sembako dan tidak kurang dari 2000 nasi bungkus dibagikan secara rutin ke berbagai wilayah bencana. Ketua Umum DNIKS, Prof. Haryono Suyono, bekerja sama dengan Astuty Center. Dengan berbekalkan ribuan nasi bungkus, sejak terjadi musibah banjir, membuka dapur umum dan secara rutin memberikan sumbangan dua kali sehari di wilayah Kampung Melayu dan Kali Bata. Kebutuhan yang mendesak yang dirasakan saat ini adalah susu untuk bayi dan anak-anak balita karena persediaan dari keluarga yang menipis.
Dari lingkungan lain nampak sekali solidaritas yang tinggi, tetapi apabila air tidak juga surut di khawatirkan kesehatan dari para penghuni yang tetap tegar tinggal di rumah masing-masing tetapi dikelilingi air menggenang yang semakin kotor, pasti akan tidak tahan terhadap serangan penyakit. Tindakan yang lebih sistematis dan pelayanan kesehatan darurat perlu segera diambil. Pos-pos kesehatan perlu segera disiapkan, utamanya untuk membantu keluarga dengan anak balita. |