|
[''Hidup Sehat'' Kamis, 08.00-09.00 WIB] DNIKS bersama PPCI dan FNKTRI dalam siaran kali ini mengupas visi dan misi orsos bersangkutan serta kiprah mereka selama ini. Federasi Nasional untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (FNKTRI) , menurut pengurusnya bernama Totok, apa yang mereka lakukan adalah membantu akses penyandang Tunarungu ini agar tetap aktif dan melakukan proses kegiatan belajar mengajar. Pihaknyapun mempunyai program pemberian alat Bantu dengar bagi penyandang Tunarungu yang kurang mampu.
Gangguan pendengaran bukan aib dan bukan akhir segalanya, insan-insan tunarungu ini harus mendapatkan rehabilitasi dengan tepat dan semestinya seperti: pemeriksaan pendengaran yang tepat, pemasangan alat bantu dengar yang tepat serta pendidikan yang tepat dengan mengembangkan kemampuan bahasa oral aural dengan baik. Agar mereka mampu berkomunikasi secara oral dan aural dengan baik, mencapai prestasi akademik yang tidak kalah dengan teman-temannya yang tidak mengalami masalah pendengaran.
Sementara Itu Furqon yang mewakili Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI) mengatakan bahwa visi dan misi organisasinya adalah terwujudnya partisipasi penuh dan kesamaan kesempatan Penyandang Cacat dalam segala aspek Kehidupan dan Penghidupan.
Furqon yang kini bekerja di Indosiar mengatakan, dirinya ketika berupaya mencari pekerjaan, berusaha menunjukkan semua kemampuannya. Dengan tangannya yang tidak sempurna, dia masih bisa mengetik dengan lancar, keenceran otaknya dipakai untuk menjadi penulis dan pernah bekerja dikantor konsultan sebagai tenaga Administrasi, sampai akhirnya bisa bekerja di televise berkat kemampuan yang terlebih dahulu dimilikinya. Kita tak boleh dibelas kasihani karena kecacatan kita, namun dihargai karena kemampuan kita dalam bekerja, ujarnya penuh optimisme. |