|
[''D' Education Corner'' Selasa, 08.00-09.00 WIB] Selaku Pelaksana LPM Universitas Muria Kudus, Dra. Mamiek terbilang aktif dalam LSM Kesetaraan Jender, sehingga ada keuntungan bisa melakukan pendekatan dengan aparat Pemda Kabupaten Kudus, yang programnya berkaitan dengan perempuan dan Posdaya yang bekerjasama dengan Yayasan Damandiri.
Diakuinya, program Posdaya ini berperan penting sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan perempuan Indonesia dipedesaan. Pelatihan keterampilan kepada kaum perempuan yang ada di Kabupaten Kudus diberikan dengan terjunnya para masasiswa dalam KKN Thematik Posdaya beserta pendampingan dari para dosennya.
Drs. Soedarmadi dan DR. Pudjo Raharjo memberi apresiasi kepada wanita yang punya semangat baja ini dalam kiprah langsungnya dilapangan, membina Posdaya. Tentunya permasalahan daerah seperti pengangguran, angka kematian ibu dan bayi yang tinggi, menjadi target pengentasan dari KKN Tematik Posdaya.
Demikian pula dengan pengembangan wirausaha sebagai upaya peningkatan kualitas manusia, khususnya kaum wanita di Kabupaten Kudus dan sekitarnya agar mereka bisa bangkit sejajar dengan kaum pria dan lebih sejahtera.
Dibidang kesehatan, selain PAUD dan Posyandu, masyarakatpun diajak melakukan optimalisasi pemanfaatan lahan yang mereka miliki untuk ditanam dengan tanaman bergizi untuk pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.
Mamiek menyatakan pula bahwa Potensi local yang coba diangkat saat ini satu diantaranya adalah memperkenalkan batik khas Kudus yang masih kurang menarik minat masyarakat, karena filosofi gambar batiknya kurang enak di pandang, yaitu kapal karam. Filolosofi ini harus di ubah terlebih dulu, sehingga bisa diterima masyarakat dan dapat go Internasional. |