|
[''Posdaya Membangun Jakarta'' Senin - Jum'at, 10.00-11.00 WIB] Cara modem, dengan memanfaatkan pekarangan sempit menjadi kebun bergizi dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan bambu dan plastik yang bisa diangkat agak tinggi dari permukaan tanah. Pada daerah rawan banjir, hal ini dipandang efektif oleh DR. Evi, ahli pangan dari IPB rekayasa teknologi tepat guna bagi masyarakat.
Kebun bergizi ini memberi kesempatan kepada setiap keluarga untuk memanfaatkan berbagai jenis sayuran yang ditanam ini setiap hari. Karena tanaman sayuran seperti bayam dan kangkung bisa dipanen 3 mingguan maka penanaman bisa diatur sedemikian rupa sehingga bergiliran setiap hari bisa kita petik untuk memenuhi gizi keluarga.
DR. Evi sendiri memang menyarankan kita untuk menanam sendiri tanaman sayuran ini karena kualitas sayuran lebih baik dengan tidak digunakannya pestisida sebagai pupuk. Adapun manfaat sayuran dikatakannya sebagai detoksifikasi dimana dalam sayuran seperti labu, bayam, atau kubis mengandung serat yang dapat mengeluarkan racun dari tubuh.
Diabetes, kanker, penyakit ginjal, stroke, dan tulang keropos bisa dicegah dengan asupan phytonutient atau nutrisi yang berfungsi mengaktifkan proses pembakaran lemak dalam tubuh, memperlambat proses penuaan dini, serta mengandung antioksidan. Bahan-bahan ini hanya terkandung dalam sayuran! |