, 05 September 2010
DFM NEWS 16 Mei 2010 (07:45 WIB)
DFM NEWS 15 Mei 2010 (18:45 WIB)
DFM NEWS 15 Mei 2010 (15:45 WIB)
DFM NEWS 15 Mei 2010 (07:45 WIB)
DFM NEWS 14 Mei 2010 (18:45 WIB)
 
  Riri Wijaya
  Desiree Manumpil
  Pritha Wibisono
  Hari Setyowanto
  
 
 
 
TIGA KIAT SUGIRI TINGKATKAN PROGRAM KB

Laporan: Hari Setyowanto

[''Posdaya Membangun Jakarta'' Senin - Jum'at, 10.00-11.00 WIB]

BKKBN ke depan harus merumuskan kembali program-programnya guna meningkatkan keikutsertaan KB. Tugas lainnya, BKKBN harus fokus pada upaya pencarian dan peningkatan akseptor. Karena itu BKKBN perlu manfaatkan setiap peluang serta inovasi baru untuk pencapaian target. Lantas bagaimana strategi yang akan diterapkan Kepala BKKBN yang baru?

Dr Sugiri Syarief MPA dilantik menjadi Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang baru menggantikan dr Sumarjati Arjoso SKM. Dia punya tiga kiat untuk meningkatkan program KB.

Acara pelantikan dipimpin Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari di Kantor BKKBN Pusat, Jakarta, Jumat (24/11). Acara pelantikan dihadiri sejumlah tokoh di antaranya mantan Menneg Kependudukan/Kepala BKKBN Haryono Suyono.

Dalam pelantikan itu, Menkes meminta Kepala BKKBN yang baru untuk merevitalisasi program keluarga berencana (KB) yang saat ini berjalan kurang maksimal.

\"Pada setiap kesempatan bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika berkunjung ke daerah, beliau selalu menanyakan kepada saya, kenapa banyak sekali anak-anak di daerah-daerah,\'\' kata Menkes.

Presiden juga, lanjut Menkes, selalu meminta agar program KB beserta persoalannya di daerah direvitalisasi. Presiden juga sangat berharap program KB kembali berjaya seperti era 80-an.

\'\'Ini penting, mengingat adanya ancaman ledakan penduduk serta masalah kemiskinan yang belum terselesaikan,\'\' ujarnya.

Sementara itu, Kepala BKKBN Sugiri yang baru menggantikan posisi Sumarjati bukan orang asing bagi jajaran BKKBN. Sebelumnya, ia menjabat Direktur Peningkatan Partisipasi Pria BKKBN Pusat (2002-2004). Pria kelahiran Pringsewu, 2 Agustus 1952 itu juga menjabat Sekretaris Jenderal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2004-2006.

Tiga strategi

Untuk mengangkat kembali citra dan wajah BKKBN yang pernaah mengalami era emas saat dipimpin Haryono Suyono, terutama dalam pengelolaan program KB ke depan, Dr Sugiri berjanji akan memprioritas tiga hal dalam masa kepemimpinannya.

\"Pertama, perubahan strategi program. Kedua, perubahan manajemen program, dan ketiga, perubahan mind set pelaksanaan program,\" ujar mantan Sekretaris Jenderal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

Perubahan strategi program, katanya, perlu dilakukan karena lingkungan strategi yang berbeda antara dahulu dan sekarang.

Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) yang meniti karir di BKKBN dari tahun 1981 hingga 2004 ini, dulu segalanya dari pusat dan tidak mengedepankan hak asasi manusia (HAM), sekarang sudah berbeda dan mengedepankan HAM.

Perubahan manajemen program, misalnya, perubahan dari pelaksanaan program KB dari manual diubah dengan menggunakan teknologi. \'\'Sehingga, dulu tidak dapat dipantau setiap hari, tetapi ke depan mesti dikontrol setiap hari,\'\' jelas Sugiri.

Ketiga, tambah Sugiri, perubahan mind set pelaksanaan program yakni perubahan dari pola lama yang berakar dari atas ke bawah (top down)

Sebagai Kepala BKKBN baru yang secara sadar akan tugas berat yang menanti, Sugiri dengan santun mencermati beberapa pesan yang disampaikan Menkes fadillah Supari.

Pesan Menkes tersebut antara lain, ke depan BKKBN harus merumuskan kembali (reformulasi) program-programnya guna meningkatkan keikutsertaan KB. BKKBN harus fokus pada upaya pencarian dan peningkatan akseptor, jangan melihat ke mana-mana, dan manfaatkan setiap peluang serta inovasi atau terobosan baru untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

Menkes juga meminta Kepala BKKBN yang baru untuk mencari strategi yang tepat guna meningkatkan peran daerah dalam mendukung kesuksesan program KB karena setelah gerakan KB di daerah cenderung melemah pasca otonomi daerah.

Berkenaan dengan hal itu Sugiri menjelaskan bahwa dia akan mengawali tuganya sebagai kepala BKKBN dengan memperbaiki strategi dan manajemen program KB di Tanah Air.

\"Tentunya itu akan disesuaikan dengan kondisi masalah yang ada di masing-masing daerah,\" kata Sugiri.

Sosok yang sangat dekat dengan insan pers ini menambahkan, promosi dan strategi program KB tidak bisa disamaratakan di semua daerah karena setiap daerah punya kondisi masalah yang spesifik sehingga membutuhkan solusi yang spesifik pula. Ok, selamat dan semoga sukses, Pak Giri!

 
 
Banyak Remaja DKI Jakarta Belum Paham KRR
JADIKAN PULA PERPUSTAKAN SEBAGAI IDOLA MASYARAKAT
LEDAKAN PENDUDUK MERUPAKAN ANCAMAN
Peran aktif dasawisma Melati 8A, kebon Jeruk
Nguwere sang dalang remaja dari Bali: Wijna
  Profil Radio DFM
  Redaksi
  Announcer
   LOGIN
   
  @radiodfm.com
   PASSWORD
   
   
Info Sehat - Gadis Merokok
Info Sehat - Breast Crawl
Info Sehat- Madu & Luka
TIPS MUDIK / KENDARAAN
TIPS MUDIK
 
 
 
   
Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Radio DFM Jakarta
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra

Home | Profil | Kontak Kami | Suara Pendengar
Redaksi Radio DFM Jakarta : redaksi@radiodfm.com
Copyright © 2004 radiodfm.com
design by Visionnet