|
[''Haryono Show'' Rabu, 08.00-09.00 WIB] Dalam siaran hari ini Prof. DR. H. Haryono Suyono mengajak anggota Dewan Nasional Indonesia Untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) berdialog dan menyampaikan visi- misinya. Dalam kesempatan hari ini 3 Orsos hadir yaitu dari YKAI diwakili Yuyun Sri Heryani selaku Kadiv Program, dari YPAC hadir Ibu Nugroho Ketua I didampingi Embari Rahmat Ketua II dan Sekretaris GNOTA Lala.
Prof. Haryono mengatakan, Selain memperkenalkan UU kesejahteraan social yang baru, siaran kita kali ini sekaligus memperkenalkan pendekatan yang ditempuh DNIKS yang semula charity berubah menjadi pendekatan yang bergerak di seluruh dunia yaitu Human Right Approach/Welfare Aproach dimana Center Of Excellence dilakukan oleh organisasi Sosial sebagai proses pemberdayaan masyarakat.
Sebagai Illustrasi, Yayasan Kesejahteraan anak Indonesia yang berdiri sejak tahun 1979 disemangati dari deklarasi PBB tentang hak anak , dimana anak merupakan focus pembangunan nasional dan YKAI bertekad meningkatkan kesejahteraan anak Indonesia melalui peningkaatan kesadaran masyarakat. Lembaga inipun mengadvokasi kebijakan baik kepada pemerintah dan masyarakat luas termasuk informasi anak dengan mencetak pula banyak buku sebagai pedoman bagi para pemangku kebijakan
Prof Haryono menyambung yang dikatakan Yuyun dan mengajak YKAI mengembangkan program fikirannya ini dalam pos-pos pemberdayaan. YKAI bisa membantu PAUD melalui petunjuk-petunjuknya. Sementara itu GNOTAyang telah berdiri selama 13 tahun, sudah menyalurkan 2.300 000 paket bantuan mulai tingkat dasar sampai anak terdebut lulus (proses 9 tahun)
Bentuk bantuan yang diberikan berupa perlengkapan sekolah, dan indeksnya pada tahun 2010 ini meningkat dari Rp. 120 ribu/anak/tahun menjadi Rp.180.000/anak/tahun untuk SD/SLB sementara untuk SMP indeksnya tetap Rp. 240 ribu/anak/tahun. Pemberian indeks bantuan ini menurut lala bukan berdasarkan dari prestasi siswanya namun dari ketidak mampuan orang tua. Dana bantuan diberikan melalui sekolah. |