|
[''Haryono Show'' Rabu, 08.00-09.00 WIB] KKN Thematik Posdaya yang selama ini dilakukan oleh para mahasiswa pengembangan kedepannya melalui Tri Darma Perguruan Tinggi dimana mahasiswa dan dosen turun kedesa untuk pendidikan dan pengajaran, dalam prakteknya mencoba mengajar rakyat. Karena menurut Prof.Dr.H. Haryono Suyono, mahasiswa adalah calon pemimpin sementara dosen adalah sumber pemimpin bangsa.
Calon Menteri, Dirjen dan lainnya banyak diambil dari para dosen, kalau mereka hanya berada didepan kelas belumlah menjawab kebutuhan masyarakat yang sesungguhnya. Dalam kehidupan yang sebenarnya, dosen tak memberi penilaian tetapi dinilai oleh masyarakat diikuti partisipasi yang tinggi dari rakyat, inilah yang disebut laku jual. Ujarnya.
Dalam penelitian, sekarang ini banyak dilakukan yang sifatnya hipotetik, sementara jika mereka terjun ke masyarakat melalui Posdaya maka akan benar penelitian berdasarkan kebutuhan serta permasalahan masyarakat dalam pembangunan untuk mencapai kesejahteraannya, jika dirumuskan dalam bentuk skripsi,tesis dan desertasi maka akan muncullan di Indonesia ini novelte-novelte baru yg berpijak pada masyarakat, refrensi ilmiah untuk warisan anak cucu kita sehingga jika ingin membuat tesis, bisa memakai refrensi lokal. Tidak lagi pada Wilson Robert misalnya.
Pengabdian masyarakat dalam skema internasional dapat muncul bertaraf global seperti Sasaran ke 8 MDG\', yang menurut Prof. Haryono, Indonesia bisa unggul dalam bidang pengabdian masyarakat. Kalau ada kunjungan antar negara sebagai kerjasama Internasional maka pemerintah dengan mudah menawarkan program pedesaan bukan politik yang tentunya kita tertinggal, Kalau kerjasama kerakyatan kita bisa menang bagaimana mendaratan kesepakatan global yang nilainya sangat tinggi. Dicontohkan Prof Haryono seperti yang dilakukan IPB yang membentuk 50 Posdaya dan mengeluarkan 4 desertasi tentang Posdaya, tentunya ini bisa menular secara positif.
Jika desertasinya mendapat nilai excellence maka Yayasan Damandiri akan memberikan hadiah sampai Rp. 50 jutaan plus ratusan hadiah penggembira bernilai antara Rp. 5-15 juta. Hal ini dianggap rangsangan agar mereka bisa mendaratkan penemuan-penemuan ilmiahnya untuk membangun rakyat.
Apa yang dikatakan oleh Prof. DR. IR. Soejarwo Rektor Unsoed yang dengan lantang mengambil kesimpulan didepan civita akademinya dan mengatakan kalau kunci keberhasilan dari berbagai KKN yang berlangsung sekarang ini adalah \"KKN Thematik Posdaya\", mendapat apresiasi besar dari Prof Haryono .
Sementara itu, di Surakarta ada universitas Unisri, menurut DR. Rohadi Haryanto, kampus ini tertarik pada Posdaya dan mengajukan permohonan pelaksanaan KKN Thematik, akhirnya diberangkatkanlah 192 mahasiswa Unisri yang menurut pengurus LPM nya Ibu Dewi, mereka akan dilepas camat dan wakil rektor sebelum terjun ke ke Sragen. Mahasiswa yang melakukan KKN Thematik Posdaya ini ini berasal dari Fakultas Hukum, Keguruan dan Ekonomi. |