|
[''Forum Ekonomi Kerakyatan'' Senin, 08.00-09.00 WIB] Mengembangkan usaha rumah makan menjadi salah satu pilihan yang cukup menjanjikan asalkan memiliki ciri khas dan olah rasa yang enak. Hal ini dikatakan DR. NN. Sawitri MBA Yang mengisi siaran Dialog Ekonomi Kerakyatan bersama Soenarto Soedarno dari Yayasan Damandiri. Sebulan belakangan ini Sawitri sibuk menyulkap rumahnya menjadi rumah makan yang menyediakan makanan khas bali dengan label Rumah Sate MUMBUL .
Nama yang cukup unik ini berasal dari mata air yang berada di Bali dan mengalir didepan rumahnya orangtuanya. Kenangan manis dimasa kecil membawa inspirasi nama rumah makan yang Cuma bermodal awal 10 juta rupiah ini.
Beragam makanan seperti Sate Mumbul Plecing Bali, Sate Mumbul Oishi Manis, Sate Mumbuk Sio’bak, kuah asam IGA dan beragam minuman segar siap memanjakan lidah pecinta wisata kulinar.
Untuk kedepanya Sawitri akan membuka beberapa rumah makan dan menyiapkan SDMnya dari anggota keluarga besar dan tetangga yang kurang mampu di Bali, mereka dididik dan disiapkan melayani tamu dengan baik.
Pastinya Sawitri mengatakan, bahwa jika kita ingin mempunyai usaha, kemauan adalah hal utama. Dirinya punya keahlian memasak dan mencoba mengeksplorasinya mengingat di Jakarta ini langka makanan khas Bali dan di Bali sendiri ada beberapa yang sudah tidak dibuat lagi, tak ada salahnya pasar ini dibidik dan disesuaikan dengan lidah konsumen melalui testimony sebelum restaurant dibuka.
Dirinya bersyukur bahwa rata-rata, mereka yang mencoba masakannya merasa cocok dengan bumbu yang diracik dan harga yang ditawarkan untuk berbagai jenis makanan ini cukup terjangkau untuk kalangan mahasiswa serta masyarakat kebanyakan. |