|
[''Hidup Sehat'' Kamis, 08.00-09.00 WIB] Harus diwaspadai Hipertensi pada usia lanjut yang prevalensi tinggi saat ini. Pada mereka yang berusia di atas 65 tahun, terdapat sekitar 60-80% penderita. Demikian pula prevalensi gagal jantung dan stroke, dimana hal ini merupakan komplikasi hipertensi. Demikian Pribadi Prijoyo dari Nusantara Medical Center mengatakan.
Penanggulangan hipertensi amat penting dalam mengurangi morbiditas dan mortalitas kardiovaskular pada usia lanjut. Ditambahkan dr. Pribadi bahwa sekitar 60% hipertensi pada usia lanjut adalah hipertensi sistolik terisolasi (Isolated systolic hypertension) di mana terdapat kenaikan tekanan darah sistolik disertai penurunan tekanan darah diastolik.
Selisih dari tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik yang disebut sebagai tekanan nadi (pulse pressure), terbukti sebagai prediktor morbiditas dan mortalitas yang buruk.
Penanggulangan hipertensi pada usia lanjut yang dilakukan akan bermanfaat untuk mengurangi kejadian komplikasi kardiovaskular. Pengobatan dimulai bila TD sistolik > 160 mmHg bila kondisi dan harapan hidup baik, atau TD sistolik > 140 bila disertai DM atau merokok atau disertai faktor risiko lainnya
Oleh karena pasien usia lanjut sudah mengalami penurunan fungsi organ, kekakuan arteri, penurunan fungsi baroreseptor dan respon simpatik, serta autoregulasi serebral, pengobatan harus secara bertahap dan hati-hati.
Hal terpenting dalam penanggulangan hipertensi pada usia lanjut menurut dr. Hardi dimulai dari perubahan gaya hidup, diet rendah garam, termasuk menghindari makanan yang diawetkan dan penurunan berat pada obesitas. Pemberian obat baru dilakukan apabila penurunan tidak mencapai target.
Obat hipertensi yang dipakai pada usia lanjut sama seperti yang dipergunakan pada usia yang lebih muda. Untuk menghindari komplikasi pengobatan, maka dosis awal dianjurkan separuh dosis biasa, kemudian dapat dinaikkan secara bertahap, sesuai dengan respon pengobatan dengan mempertimbangkan kemungkinan efek samping obat. |