Jum'at, 10 September 2010
DFM NEWS 16 Mei 2010 (07:45 WIB)
DFM NEWS 15 Mei 2010 (18:45 WIB)
DFM NEWS 15 Mei 2010 (15:45 WIB)
DFM NEWS 15 Mei 2010 (07:45 WIB)
DFM NEWS 14 Mei 2010 (18:45 WIB)
 
  Riri Wijaya
  Desiree Manumpil
  Pritha Wibisono
  Hari Setyowanto
  
 
 
 
Menjadi Ibu masa kini (21 Desember 2009)

Laporan: Stella

[''Citra Wanita Indonesia'' Senin - Jum'at, 13.00-15.00 WIB]

Nara Sumber: Yacinta Senduk

Ibu bekerja atau supermom ibarat memiliki 10 tangan. Sejak pagi tugasnya, dari membangunkan dan memandikan si kecil, memastikan si mbok menyiapkan sarapan yang cocok untuk lidah suami, menyiapkan pakaian suami dan anak, menyusun menu yang pas untuk makan malam hingga mengantar si kecil ke sekolah. Padahal para ibu bekerja ini sendiri harus mandi, berdandan dan bersiap-siap untuk pergi ke kantor.

Memang, agar semua tugas selesai secara mulus, sebagai ibu bekerja, Anda harus pintar-pintar berakrobat. Lantas, apa kiatnya supaya Anda bisa membagi waktu antara keluarga dan karier?

Buang rasa bersalah
Para ibu bekerja gampang termanipulasi dalam perasaan bersalah. Merasa gagal sebagai ibu karena kehilangan momentum berharga. Melihat rumahnya berantakan, langsung merasa dialah yang patut disalahkan. Padahal, kriteria ibu super bukan terletak dari kuantitas waktu yang dia lewatkan di rumah atau bersama keluarganya tapi justru kualitas kebersamaannya.

Tentukan prioritas
Si ibu super adalah mereka yang mampu menentukan prioritas dan memilih agenda apa dalam sehari yang paling penting dilakukan dan pandai memanfaatkan waktu. Sadarlah sebagai manusia, seorang ibu super pun punya keterbatasan. Kalau semua tugas operasional dilakukannya sendirian, bukannya meraih kebahagiaan, melainkan hanya menimbun letih dan stres.

Pisahkan urusan rumah dan kantor
Pulang kantor bukan berarti pikiran plong. Beban kerja yang tinggi dan tanggung jawab yang besar bikin urusan kantor tetap menghantui. Manajemen emosi adalah kiat jitu untuk memeranginya. Caranya pun bervariasi, tergantung masing-masing individu. Misalnya, selalu mencoba untuk menyelesaikan segala keriwehan di kantor sebelum pulang ke rumah. Jadi sampai rumah, tak ada lagi pikiran tentang pekerjaan yang tertunda.

Kompromi peran dengan suami
Cara ini untuk menekan energi yang terbuang dengan sia-sia. Selain meringankan beban dan pikiran, dua orang tua yang terjun aktif dalam kehidupan keluarga dan rumah tangga akan melahirkan hubungan keluarga yang harmonis dan lebih solid. Anak lebih dekat hubungannya dengan sang ayah hingga suami yang terpanggil untuk menghargai hasil kerja keras istri dan tak buta urusan rumah tangga.

Delegasikanlah tugas rumah
Ibu bijak harus dapat memilah pekerjaan apa yang bisa dikerjakannya sendiri dan yang bisa dilimpahkan Toh melimpahkan wewenang bukan berarti bebas tugas dan lepas tanggung jawab. Karena monitor tetap jalan, sehingga kontrol tetap di pundak.

Sediakan waktu untuk diri sendiri.
Tak perlu merasa bersalah jika sesekali Anda mencuri waktu untuk cuti dari peran ibu dan ratu rumah tangga untuk memanjakan diri sendiri.Lakukanlah kegiatan yang Anda enjoy hingga membuat Anda rileks dan merasa di ‘recharge’. Misalnya, menjalani spa, atau berbelanja keperluan sendiri.

 
 
Tabloid Wanita Indonesia 1043 (18 Desember 2009)
Sudah sehatkah keuangan anda? (17 Desember 2009)
Menjadi Kreatif (16 Desember 2009)
Pasangan Posesif (15 Desember 2009)
Anak ujian ibu pun stress (14 Desember 2009)
  Profil Radio DFM
  Redaksi
  Announcer
   LOGIN
   
  @radiodfm.com
   PASSWORD
   
   
Info Sehat - Gadis Merokok
Info Sehat - Breast Crawl
Info Sehat- Madu & Luka
TIPS MUDIK / KENDARAAN
TIPS MUDIK
 
 
 
   
Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Radio DFM Jakarta
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra

Home | Profil | Kontak Kami | Suara Pendengar
Redaksi Radio DFM Jakarta : redaksi@radiodfm.com
Copyright © 2004 radiodfm.com
design by Visionnet