Rabu, 08 September 2010
DFM NEWS 16 Mei 2010 (07:45 WIB)
DFM NEWS 15 Mei 2010 (18:45 WIB)
DFM NEWS 15 Mei 2010 (15:45 WIB)
DFM NEWS 15 Mei 2010 (07:45 WIB)
DFM NEWS 14 Mei 2010 (18:45 WIB)
 
  Riri Wijaya
  Desiree Manumpil
  Pritha Wibisono
  Hari Setyowanto
  
 
 
 
HIPERTENSI DAN PENANGANANNYA (08 Oktober 2009)

Laporan: Riri Wijaya

[''Hidup Sehat'' Kamis, 08.00-09.00 WIB]

Penderita Hipertensi jumlahnya terus meningkat dari waktu ke waktu. Faktor yang berperan dalam hal ini salah satunya adalah gaya hidup modern. Tingginya konsumsi makanan berlemak, rokok, alcohol, kopi disinyalir sebagai faktor yang berperan besar terhadap hipertensi, Hal ini disampaikan dr. Jurziman MZ dari Nusantara Medical Center.

Hipertensi bertahap sering disebut silent killer dan harus diwaspadai. Hipertensi dapat muncul setelah setahun atau ditemukan saat sudah terjadi komplikasi.

Adapun gejala seperti sakit kepala, mengantuk, keletihan, sulit tidur, gemetar, mimisan atau penglihatan yang kabur sebagai pertanda bahwa tekanan darah meningkat. Meningkatnya tekanan darah berkepanjangan dapat merusak pembuluh darah yang ada di sebagian besar tubuh.

Pada beberapa organ seperti jantung, ginjal, otak dan mata, akan mengalami kerusakan. Gagal jantung, infark miokard, gagal ginjal, stroke, dan gangguan penglihatan adalah konsekuensi yang umum diakibatkan dari hipertensi.

Penderita hipertensi meningkat seiring dengan pertambahan usia. Individu yang berumur di atas 60 tahun, 50-60% mempunyai tekanan darah lebih besar atau sama dengan 140/90 mmHg. Hal itu merupakan pengaruh degenerasi yang terjadi pada orang yang bertambah usia.

Pada kaum lelaki ada resiko lebih tinggi menderita hipertensi lebih awal. Laki-laki juga mempunyai resiko yang lebih besar terhadap morbiditas dan mortalitas kardiovaskuler. Sedangkan di atas umur 50 tahun hipertensi lebih banyak terjadi pada perempuan.

Hipertensipun lebih banyak terjadi pada orang berkulit hitam daripada yang berkulit putih. Belum diketahui secara pasti penyebabnya, namun dalam orang kulit hitam ditemukan kadar renin yang lebih rendah dan sensitifitas terhadap vasopresin lebih besar.

Stres,obesitas, . nutrisi merupakan hal yang harus dijaga lebih intensif karena dapat memicu hipertensi.

Adapun penanganan hipertensi bisa dilakukan dengan modifikasi gaya hidup, dengan menjaga berat badan, pembatasan asupan garam, olahraga, hindari alkohol, batasi konsumsi kopi, menggunakan teknik relaksasi, tidak merokok, menggunakan suplemen potasium, kalsium, dan magnesium.

 
 
GANGGUAN PENDENGARAN (01 Oktober 2009)
TERAPHI STROKE DARI NUSANTARA MEDICAL CENTER (24 September 2009)
PENTINGNYA KESEHATAN KERJA BAGI KARYAWAN (17 September 2009)
PERAN RADIOLOGI UNTUK DETEKSI TBC PARU (10 September 2009)
MENGATASI KOTORAN TELINGAN YANG MENUMPUK (03 September 2009)
  Profil Radio DFM
  Redaksi
  Announcer
   LOGIN
   
  @radiodfm.com
   PASSWORD
   
   
Info Sehat - Gadis Merokok
Info Sehat - Breast Crawl
Info Sehat- Madu & Luka
TIPS MUDIK / KENDARAAN
TIPS MUDIK
 
 
 
   
Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Radio DFM Jakarta
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra

Home | Profil | Kontak Kami | Suara Pendengar
Redaksi Radio DFM Jakarta : redaksi@radiodfm.com
Copyright © 2004 radiodfm.com
design by Visionnet