|
[''D' Education Corner'' Selasa, 08.00-09.00 WIB] Usaha dari IPB bekerjasama dengan Yayasan Damandiri dalam mengkoordinasikan dan membina beberapa kabupaten untuk pemberdayaan keluarga dan mengentaskan kemiskinan melalui Posdaya dan pada akhirnya direspon positif oleh masyarakat dan Pemda setempat. Saat ini IPB membina Posdaya di beberapa Kabupaten Kota Bogor dan Kota Madya, Sukabumi sampai Cianjur.
Hal ini disampaikan Drs. Soedarmadi dalam siaran bersama Drs. Mazwar Noerdin dari Yayasan Damandiri dan Yan Efri Bachtiar Msi dari PPSDM IPB.
Terkait ini , Mazwar Noerdin mengatakan LPPSDM IPB selama ini memang memfasilitasi pembentukan Posdaya-posdaya . Pengembangan awalnya ada dua buah disetiap kabupaten /kota dan sekarang masing-masing ditambah dua lagi.
Belum lama ini dilakukan pertemuan antar pengurus Posdaya binaan IPB dengan tujuan tukar menukar pengalaman, agar semangat dan dorongan bisa menjadi motivasi satu dengan lainnya disertai pembekalan pelatihan kewirausahaan kepada Posdaya yang baru berdiri dan dihadiri pula oleh Posdaya lama seperti Pasir Mulya.
Yang jelas menurut Mazwar, jangan sampai lepas filosopi dan essensi dari Posyada tersebut untuk maju dengan PAUDnya, BKB, Posyandu dan kegiatan masyarakat lainnya.
Yayasan Damandiripun mendatangkan Trainer dari Kota Malang, dimana Ibu Evita selaku Ketua Koperasi Bakti Asta Makmur membagi pengalaman dan sukses membina koperasi yang utamanya kaum ibu, dimana usaha mereka didorong dengan pelatihan, pemasaran dan bantuan modal sehingga bisa berkembang dan menambah income keluarga.
Peserta pelatihan di IPB ini menurut Yan Efri, terdiri dari 90 orang yang berasal dari 4 Kabupaten Kota dan berfokus pada kewira usahaan, koperasi pertanian organic dan pengelolaan lingkungan untuk komposting sampah rumah tangga .
Yang unik dari pengolahan sampah ini selain bisa dimanfaatkan hasilnya untuk sendiri ataupun eksternal, hasil composting ini bermanfaat pula sebagai pelancar toilet yang mampet.
Lebih jauh Yan Efri mengatakan, Pembinaan POSDAYA ditahun ke 2 ini diwarnaipula dengan terjunnya mahasiswa melakukan Kuliah KErja Nyata bernama KKP atau Kuliah Kerja Profesi dimana sebanyak 40 POSDAYA akhirnya terbentuk.
Posdaya yang telah berdiri sebelumnya adalah 50 buah dan dibentuk pula 86 lainnya hasil kerjasama dengan pihak balaikota, sehingga harapannya disetiap Kecamatan akan berdiri beberapa Posdaya.
Terkait ide, Sebetulnya masyarakat sendiri punya banyak sekali ide namun dianggap sepele dan sulit terwujud karena tak adanya kepercayaan diri untuk pengembngan. Namun setelah masuknya Posdaya ide tersebut bisa diwujudkan dan difasilitasi dengan pelatihan sehingga sedikit demi sedikit perekonomian mereka terangkat.
Adapun program lanjutannya, IPB akan membuat Posdaya tambahan di 5 desa dari jumlah keseluruhan 14 Desa yang merupakan lingkar kampus, sehingga nantinya seluruh lingkar kampus ini tak luput dari kegiatan pemberdayaan masyarakat. Bahkan PT. Akso Nobel tertarik memberikan CSR nya untuk pengembangan Posdaya ini. |