Rabu, 08 September 2010
DFM NEWS 16 Mei 2010 (07:45 WIB)
DFM NEWS 15 Mei 2010 (18:45 WIB)
DFM NEWS 15 Mei 2010 (15:45 WIB)
DFM NEWS 15 Mei 2010 (07:45 WIB)
DFM NEWS 14 Mei 2010 (18:45 WIB)
 
  Riri Wijaya
  Desiree Manumpil
  Pritha Wibisono
  Hari Setyowanto
  
 
 
 
MENGAPA SEMANGAT KERJA RENDAH ??? (18 September 2009)

Laporan: Riri Wijaya

[''Posdaya Membangun Jakarta'' Senin - Jum'at, 10.00-11.00 WIB]

Semangat kerja harus dimiliki setiap individu dalam upaya pembinaan sumberdaya manusia. Tanpa kerja yang tinggi mustahil suatu organisasi dapat berkembang dan bersaing dengan organisasi lainnya. Hal ini dikatakan Om Uyo sapaan Akrab Surjo Sulaksono dalam siaran kita hari ini.

Menditeksi tanda-tanda rendahnya semangat kerja karyawan perlu dilakukan sebagai langkah awal untuk mengetahui permasalahan yang sebenarnya. Penyebab paling umum yang dapat menurunkan semangat kerja dari pribadi-pribadi atau karyawan dalam sebuah organisasi antara lain adalah:

Adanya orang yang tidak memahami pekerjaan mereka, sasaran yang tidak realistis dan selalu berubah-ubah setiap waktu, jalinan komunikasi yang buruk, terlampau banyak dikritik oleh atasan, tidak ada akses kepada manajemen atau terjadi kekosongan manajemen (bisa juga manajemen tidak berfungsi seperti semestinya)

Hal lain adalah kurang disiplin, karyawan tidak merasa tidak dimanusiakan dan dibeda-bedakan, manajer kurang berkembang sebagai seorang pemimpin, struktur organisasi yang terlampau besar (atau kacau balau), Jumlah pegawai yang tidak memenuhi standar (bisa belebih atau terlalu kecil), salah menempatkan orang, lingkungan kerja yang tidak mendukung secara pisikologis, manajemen yang tidak berorientasi pada manusia, kurang nya penghargaan terhadap kinerja dan kurangnya umpan balikserta pendidikan berlanjut yang menjemukan atau bahkan tidak ada sama sekali.

Itulah hal-hal yang secara panjang lebar dirinci Om Uyo dan dapat menyebabkan menurunya semangat kerja dari seseorang, karyawan, atau orang-orang yang terlibat dalam sebuah organisasi.

Harus ada solusinya agar semangat kerja meningkat kembali. Antara lain dengan cara: Menjaga agar suatu pekerjaan tetap menarik, sambut semua ide baru yang muncul dari pribadi-pribadi dalam organisasi, memelihara rasa tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan dengan sukses, menghargai upaya-upaya yang telah dilakukan, perlakukanlah orang-orang dengan adil, jadilah pemimpin yang bertanggung jawab, tawarkan kompensasi yang adil dan pantas, beri dukungan bagi pertumbuhan setiap pribadi dalam organisasi jangan mengerdilkan idividu yang ada.

Rasa memiliki harus ditanamkan kepada karyawan, beripula mereka kesempatan berkembang serta percayai mereka.

Semangat kerja tidak akan pernah meningkat selama lingkungan di organisasi tersebut tidak kondusif. Jika terjadi diskriminasi atau , kompensasi yang tidak pantas, adanya tindakan spionase, rasa curiga, tidak membercayai pribadi dalam organisasi, laporan-laporan ABS, hal-hal inilah yang dapat memperlemah semangat kerja dalam organisasi. Perbaikan hanya akan terjadi jika akar masalah dari menurunnya semangat kerja dapat terselesaikan dengan tuntas.

 
 
SELEKTIF MEMILIH JENIS KONTRASEPSI (17 September 2009)
KELURAHAN PELA UNGGULKAN PRODUK ANGGOTA UP2K (16 September 2009)
BAHAN TAMBAHAN MAKANAN (15 September 2009)
MENGATASI GIZI BURUK (14 September 2009)
INVESTASI PADA DIRI SENDIRI (11 September 2009)
  Profil Radio DFM
  Redaksi
  Announcer
   LOGIN
   
  @radiodfm.com
   PASSWORD
   
   
Info Sehat - Gadis Merokok
Info Sehat - Breast Crawl
Info Sehat- Madu & Luka
TIPS MUDIK / KENDARAAN
TIPS MUDIK
 
 
 
   
Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Radio DFM Jakarta
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra

Home | Profil | Kontak Kami | Suara Pendengar
Redaksi Radio DFM Jakarta : redaksi@radiodfm.com
Copyright © 2004 radiodfm.com
design by Visionnet