|
[''Haryono Show'' Rabu, 08.00-09.00 WIB] Selama ini masjid kebanyakan hanya dipakai sebagai tempat sholat, padahal dahulu kala ketika di zaman Rasul, Masjid Nabawi dipakai juga sebagai tempat interaksi sosial. Karena Ibadah tak hanya dalam konteks sholat lima waktu tetapi seluruh aktifitas kita yang dilakukan dengan cara yang baik demi penghidupan lebih baik merupakan ibadah pula.
Hal ini dikatakan oleh Aritf Rahman dari Tatang Nana yang merupakan salah satu mitra kerja Yayasan Damandiri dalam pengembangan Posdaya berbasis masjid.
DR. Rohadi Haryanto dari Yayasan Damandiri dalam siaran Haryono Show kali ini mengatakan, Yayasan Damandiri mengembangkan Posdaya dalam berbagai model agar tercapai upaya pemberdayaan di tingkat akar rumput.
Kerjasama dengan lebih dari 100 Kabupaten Kota selama ini berkembang cukup baik dalam 3 tahun terakhir baik Posdaya berbasis pendidikan, masyarakat, lingkungan, panti ataupun masjid.
Menjelang ulang tahun Yayasan Damandiri mendatang, akan diadakan Damandiri Award dan lomba Posdaya secara nasional yang tentunya bisa merangsang masyarakat dalam kontribusi aktif baik dalam Posdaya pemula, Posdaya madya, Posdaya mandiri parsial maupun Posdaya mandiri plus. Masing-masing criteria ini ada percontohannya dan bisa merangsang daerah lain yang belum menerapkan Posdaya untuk bergabung dan membuat pemberdayaan serupa.
Para mahasiswa di lebih dari 60 Perguruan tinggipun aktif melakukan pendampingan dan adapula yang sudah menggelar KKN Thematik Posdaya. Terkait Posdaya berbasis masjid, ada yang cukup bagus polanya menurut Rohadi yaitu yang berada di Sleman Bantul Jogjakarta.
Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Propinsi DIY Suripto yang cukup aktif memberi pendampingan di Masjid mengatakan, Program Posdaya Berbasis Masjid ini merupakan satu program pemberdayaan yang sangat bermanfaat bagi upaya engentasan kemiskinan.
Bukan saja bermanfaat, namun Posdaya ini dinilai unik tapi juga unik, arena diberdayakan berdasarkan potensi yang ada di masyarakat setempat. Kegiatannya disesuaikan dengan apa-apa yangdimaui dan ingin dikembangkan oleh masyarakat sehingga jika ada kebersamaan persepsi masyarakatnya sendiri akan bangkit mengejar ketertinggalannya. |