|
|
|
Memimpin Itu Seni
|
Laporan: Atiek Untari
|
[''Pro Aktivita'' Senin-Jum'at, 11.00-13.00 WIB]Menjadi pemimpin adalah mutlak bagi setiap insan manusia, setidaknya menjadi pemimpin diri sendiri dan keluarganya. Malahan fenomena yang sekarang terjadi, dalam kekinian banyak orang yang antusias menjadi seorang pemimpin.seperti yang dikatakan oleh Indayati Outomo dari John Robert Power dalam seminarnya hari ini di Jakarta. Kini banyak orang ingin menjadi pemimpin yang tentunya disegani dan dihormati. Meski tidak jarang yang tidak berhasil, ungkapnya.
Ia mengatakan ketidakberhasilan tersebut terlihat dari banyaknya pemimpin sekarang memang banyak yang ditakuti dan dihormati, tetapi tanpa disadari orang-orang yang dipimpinnya mengejek dari belakang. hal ini disebabkan orang-orang tersebut tidak mengerti bagaimana seharusnya menjadi seorang pemimpin, ungkapnya.
Ia menegaskan memang ini disebabkan oleh banyaknya orang yang tidak menyadari bahwa kepemimpinan dapat dikatakan sebagai sebuah seni, dalam artian bahwa diperlukan adanya suatu kemampuan yang terlatih untuk menjalankan sifat kepemimpinan.
Hal senada juga dikatakan oleh, Ketua TP PKK Provinsi DKI Jakarta Hartati Fauzi Bowo. Ia mengatakan setiap orang pasti mempunyai kemampuan kepemimpinan jika orang tersebut mau belajar menjadi pemimpin. Semua orang pasti mempunyai sifat kepemimpinan asalkan, kalau memang ada kekurangan ia mau belajar dan juga ada kemauan untuk berubah, ungkapnya.
Ia juga menyatakan untuk menjadi pemimpin memang diperlukan keterampilan. “ kita tidak bisa hanya tut wuri handayani tetapi harus luwes. Selain itu antara memimpin satu orang dengan orang yang lain, kita harus memperlakukan berbeda. Karena setiap orang memilki karakter yang berbeda sehingga cara memimpinnya juga tidak bisa disamakan, “ ungkapnya.
Namun ia menggarisbawahi bahwa untuk mejadi pemimpin harus menjadi contoh bagi setiap orang yang dipimpinnya yang menjadi tolak ukur keteladanan seorang pemimpin adalah apakah dia memberi contoh yang baik atau buruk kepada orang yang dipimpinnya. Apa yang menjadi harapan serta apa yang dikatakannya kepada bawahan hendaknya sudah dilakukan oleh dirinya terlebih dahulu, tambahnya.
Menurut Indayati keteladaan dari seorang pemimpin juga dapat terlihat dari perilaku orang-orang yang dipimpinnya dan sebaliknya. Ia mencontohkan apabila seorang pemimpin sering berbuat semena-mena kepada bawahannya, maka pada suatu saat ketika si bawahan menjadi seorang pemimpin, ia pun akan cenderung berbuat semena-mena pada orang lain. Tetapi sebaliknya bila seorang pemimpin memiliki sifat yang rendah hati pada bawahannya, maka bawahan itu pun cenderung memiliki sifat yang rendah hati pada orang lain. |
| |
| |
|
|
|
|
|
|