Rabu, 08 September 2010
DFM NEWS 16 Mei 2010 (07:45 WIB)
DFM NEWS 15 Mei 2010 (18:45 WIB)
DFM NEWS 15 Mei 2010 (15:45 WIB)
DFM NEWS 15 Mei 2010 (07:45 WIB)
DFM NEWS 14 Mei 2010 (18:45 WIB)
 
  Riri Wijaya
  Desiree Manumpil
  Pritha Wibisono
  Hari Setyowanto
  
 
 
 
Takut, Cemas, Kuatir

Laporan: Dini Djohan

[''Djakarta Malam'' Senin-Jum'at, 19.00-20.00 WIB ]

Dalam kehidupan sehari hari rasa takut (anxiety), cemas, kuatir adalah response yang wajar terutama ketika kita menghadapi hal yang belum atau tidak bisa kita prediksikan sebelumnya.

Namun sebuah kata bijak mengatakan segala yang tidak diketahuilah yang akan membuat kita takut

Mari kita mulai mengenali rasa takut dan mengendalikannya

Apa itu takut?

Definisinya TAKUT adalah perasaan / emosi yang muncul dan dirasakan sebagai reaksi atas keadaan yang diperkirakan dapat menimbulkan bahaya yang bersifat spesifik. TAKUT juga merupakan reaksi gabungan antara pikiran dan perasaan yang timbul pada saat seseorang menghadapi sesuatu yang menurut pengalamannya berpotensi menimbulkan sakit atau bahaya.

Dan TAKUT, akan diikuti oleh sikap melawan atau melarikan diri. Lawan kata dari TAKUT adalah RASA AMAN, yang dapat didefinisikan sebagai memiliki benteng pertahanan hidup, sebagai hasil dari membangun hidup berdasarkan pada hal-hal yang tidak dapat dihancurkan atau direnggut. Bahasa Yunani untuk AMAN adalah amerimnos yang artinya “bebas dari kuatir, cemas dan ketakutan

Bahasa Ibraninya, batach, yang artinya lari kepada benteng perlindungan dan keselamatan, baik secara fisik ataupun emosi.

Sebuah cerita mengenai kegundahan yang dirasakan seekor anak katak ketika langit tiba2 gelap barangkali akan membantu kita untuk memahami rasa takut . Bu, apa kita akan binasa. Kenapa langit tiba2 gelap? ucap anak katak sambil merangkul erat lengan induknya. Sang ibu menyambut rangkulan itu dengan belaian lembut.

Anakku, ucap sang induk kemudian. Itu bukan pertanda kebinasaan kita. Justru, itu tanda baik. jelas induk katak sambil terus membelai, anak katak itu pun mulai tenang.

Namun, tiba-tiba angin bertiup kencang. Daun dan tangkai kering yang mulai berterbangan. Pepohonan meliuk dipermainkan angin. Suatu pemandangan menakutkan buat si katak kecil. Ibu, apa lagi? Apa itu yang kita tunggu-tunggu? tanya si anak katak sambil bersembunyi di balik tubuh induknya.

Anakku. Itu cuma angin, ucap sang induk tak terpengaruh keadaan. Itu juga pertanda kalau yang kita tunggu pasti datang! tambahnya begitu menenangkan. Dan anak katak itu pun mulai tenang. Ia mulai menikmati tiupan angin kencang yang tampak menakutkan.

Blarrr!!! suara petir menyambar-nyambar. Kilatan cahaya putih pun kian menjadikan suasana begitu menakutkan. Kali ini, si anak katak tak lagi bisa bilang apa-apa. Ia bukan saja merangkul dan sembunyi di balik tubuh induknya. Tapi juga gemetar. Buuu, aku sangat takut. Takut sekali! ucapnya sambil terus memejamkan mata.

Sabar, anakku! ucapnya sambil terus membelai. Itu cuma petir. Itu tanda ketiga kalau yang kita tunggu tak lama lagi datang! Keluarlah. Lihat tanda2 yang menakutkan itu. Hujan segera datang, ungkap si induk katak.

Anak katak itu mulai keluar dari balik tubuh induknya. Ia mencoba mendongak, memandangi langit yang hitam, angin yang meliuk-liukkan dahan, dan sambaran petir yang begitu menyilaukan. Tiba-tiba, ia berteriak kencang, Ibu, hujan datang. Hujan datang! Horeeee!

Kita perlu sadari bahwa anugerah hidup kadang datang tidak diiringi dengan tiupan seruling merdu. Bukanlah diantar oleh dayang2 yg cantik. Tidak juga selalu disegarkan dengan wewangian harum.

Saat itulah, tidak sedikit manusia yang dipermainkan keadaan. Persis seperti anak katak yang takut cuma karena langit hitam, angin yang bertiup kencang, dan kilatan petir yang menyilaukan. Padahal, itulah sebenarnya tanda2 hujan.

Ada kerinduan yang sangat dalam akan kebutuhan rasa aman didalam dada setiap orang. Sayangnya banyak dari kita datang pada sumber yang salah, atau pada sumber yang sementara, seperti kepada uang, kepemilikan, atau pada orang. Harusnya kepada sesuatu yang lebih kuat, yang tidak akan pudar atau terengut dari kita.

Ironisnya, sesuatu yang kita anggap dapat memberi kita rasa aman, justru yang paling membuat kita takut dan kuatir.

RASA AMAN YANG PALSU… timbul kalau kita datang pada sumber yang salah. Dan kesalahan ini tidak akan kita ketahui, sampai bencana atau masalah tiba, disitu kita baru tahu, kekuatan dari RASA AMAN kita.

RASA AMAN YANG PALSU ini juga akan melahirkan, ketidak hati2an, sepertinya orang seperti ini kelihatan aman, tapi sebenarnya sedang berjalan menuju kehancuran.

Oleh karena itu kita harus menang atas ketakutan

Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:

Miliki sikap yang benar

Temukan fakta yang benar mengenai keadaan atau situasi tersebut.
Jangan menghindar… hadapi ketakutan itu dengan tindakan yang benar berdasarkan sikap yang benar.

Setiap orang memiliki rasa takut hanya orang orang berjiwa besarlah yang dapat mengendalikan dan menang atas ketakutan:

Earl Nightingale

Dengan berpaling pada sikap menyerah, orang yang malang menyempurnakan kemalangannya

Pengikut paham FATALIS sering menggunakan kalimat-kalimat yang menunjukan, bahwa memang keadaan itu harus seperti itu.
FRANK PIERCE

Bila kita menghadapi kenyataan, maka kita akan mengontrol masa depan kita dengan baik

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Michigan mengungkapkan fakta mengenai KETAKUTAN.

Ternyata

60% ketakutan, ternyata tidak pernah terjadi.
20% ketakutan ternyata berasal dari masa lalu yang berada diluar kekuasaan kita.
10% ketakutan ternyata berasal dari hal-hal kecil yang tidak berarti.
Dari 10% sisanya, ternyata hanya 4% s/d 5% yang benar.

Simak pula pendapat Mark R Douglas seorang .....

Perangi ketakutan dengan keyakinan dan fakta, yakni dengan SIKAP yang benar dan mencari semua informasi yang diperlukan.
Jangan biarkan ketakutan mendominasi dan merusak masa depan kita…. berTINDAKlah sesuai dengan SIKAP yang benar untuk meraih kemenangan.

Sebuah cerita yang terjadi di RED RIVER yang terletak di sebelah barat Sungai Mississipi, sebuah tempat dimana bertemunya jutaan pendatang meninggalkan kisah pembantaian yang dilakukan oleh orang Indian terhadap orang kulit putih. Dikabarkan jutaan pembantaian terjadi padahal fakta sebenarnya terdapat 36 orang yang menjadi korban. Cerita yang tidak sesuai fakta ini muncul akibat pengulangan yang terjadi setelah membaca semua cerita dan menonton semua film drama perkembangan suku india, sehingga menimbulkan kesan bahwa telah terjadi pembantaian jutaan orang.

Dari kisah ini dapat kita simpulkan bahwa

Apa saja yang kita percaya dan kita lakukan berulang-ulang, maka makin lama akan makin kuat berdiam dalam pikiran kita.

Jadi cepat atau lambat sesuatu yang kita TAKUTKAN akan makin menguasai kita dan menghancurkan masa depan kita.

Ketakutan harus dihadapi dan dikalahkan!

Sudah saatnya kita mengalahkan ketakutan sampai tuntas dengan cara menanamlan sikap dalam hati kita:

Yang benar, walaupun takut, tapi terus maju jangan berhenti.
Yang salah, pada waktu takut, lalu menyerah dan berhenti.

Alam memberikan tempat teraman bagi kangguru yang baru lahir adalah kantung induknya. Disitu ia menemukan kehangatan, perlindungan, dan makanan yang diperlukannya tanpa harus ketakutan. Bahkan setelah mereka cukup dewasa untuk menjelajah ke luar, kangguru muda ini selalu memiliki tempat aman untuk kembali.

Orang menginginkan sesuatu yang dapat mereka jadikan sandaran dengan jaminan keyakinan bahwa sandaran itu tidak akan pernah goyah Robert J. McCracker. Belajar dari kecintaan ibu kangguru dapat diterapkan dalam kehidupan di dalam keluarga mencakup :

Orang tua mengalahkan akan rasa takut tua yang dialaminya dengan cara menginvestasikan kehidupannya demi melayani anak-anak dan menyiapkan warisan yang akan melampaui masa hidupnya.

Mengembangkan persahabatan satu sama lain dengan bermain, tertawa dan bercakap-cakap bersama, Anak-anak mengembangkan karakter dan berbagai keterampilan kehidupan mereka, bukannya larut dalam kecemasan menghadapi pelatihan dan pekerjaan masa depan. Anggota keluarga memusatkan perhatian pada membangun relasi, bukannya mengumpulkan materi.

Dengan mengembangkan rasa aman akan menimbulkan Manfaat bagi kepribadian seseorang meliputi:

Kepuasan

Investasi waktu dan energi untuk mengembangkan hubungan dan membangun karakter akan membebaskan seseorang dari ketakutan terhadap kehilangan harta milik, kemasyuran, kesehatan atau kemewahan.

Visi

Fokus pada apa yang tidak dapat diambil atau dibinasakan akan memberikan wawasan yang lebih besar ke dalam kehidupan dan memberi visi bagi masa depan .

Mari kenali ketakutan dalam diri kita dan berusaha mengendalikannya untuk menang dalam kehidupan!!


 
 
Mengasihani Diri Sendiri
Mengurangi Resiko Dalam Bisnis
Berhemat
Baso Moncrot Mas Mono (10 Juli 2008)
Keberanian (10 Juli 2008)
  Profil Radio DFM
  Redaksi
  Announcer
   LOGIN
   
  @radiodfm.com
   PASSWORD
   
   
Info Sehat - Gadis Merokok
Info Sehat - Breast Crawl
Info Sehat- Madu & Luka
TIPS MUDIK / KENDARAAN
TIPS MUDIK
 
 
 
   
Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Radio DFM Jakarta
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra

Home | Profil | Kontak Kami | Suara Pendengar
Redaksi Radio DFM Jakarta : redaksi@radiodfm.com
Copyright © 2004 radiodfm.com
design by Visionnet