|
|
|
Kedisiplinan
|
Laporan: Nuning
|
[''Jakarta Sore'' Senin - Jum'at, 16.00-18.00 WIB]D Listener, Kamis 10 Juli ini kita bersama Dunamis kembali, dalam Everyday Greatness. Dan mbak Hanny kali ini membawa kisah tentang kedisiplinan, intinya adalah : Hidup ini sarat dengan disiplin. Walaupun begitu, disiplin adalah hal yang sulit diraih dan dipertahankan bila kita tidak memiliki kemauan yang kuat. Disiplin memerlukan stamina mental untuk menghadapi kebosanan dan kebiasaan buruk lainnya. Ia juga membutuhkan ketabahan. Dan yang paling penting.. disiplin membutuhkan konsentrasi terhadap hal-hal yang paling penting. Kisah berikut dikisahkan oleh Peter Michelmore.
MELATIH BRIAN
Saat itu musim semi. Hembusan angin yang kencang bertiup di siang hari itu. Charles Kane, sang pelatih futbol itu sedang memandang seorang anak lelaki kurus kering yang sedang berlari di lintasan. Anak itu mengenakan celana pendek merah, dan tampaknya lintasan itu terlalu besar untuk anak sekecil dirinya.
”Brian senang berlari,” kata seorang wanita disebelah Kane, ibu si bocah yang sedang berlari itu. Setelah bercerai dari suaminya 9 tahun lalu, Sue Bonett, Ibu Brian, mencari seorang pelatih olahraga untuk anaknya yang berusia 11 tahun. Kane berusia 58 tahun kala itu dengan rambut warna putih yang sudah lebih banyak dari warna hitam yang tumbuh dikepalanya. Setelah Brian berlari beberapa putaran Kane bertanya padanya.”Kata ibumu kau ingin dilatih untuk berlari?” Setelah beberapa
kali ditanya barulah Brian mengatakan ”Ya.” Brian bukanlah anak yang mudah diatur. Pada beberapa pertandingan ia membuat Kane marah besar karena kekalahan yang terjadi karena Brian tidak menuruti perintahnya.
”Yang jadi pelatih aku atau kamu?!!” kata Kane sekali waktu kepada Brian sambil menahan amarahnya. Perlahan-lahan Brian akhirnya mengikuti perintah Kane dan. Pada beberapa pertandingan berikutnya.. ia Menang! Brian tumbuh menjadi atlet dengan postur tubuh yang sempurna. Tinggi, kekar, dan ramping sehingga ia dapat berlari dengan cepat. Tetapi, ia mempunyai satu kelemahan. Ia kurang pandai di sekolah. Dengan batuan Kane pula, perlahan Brian mulai dapat meningkatkan prestasi akademiknya disekolah.
Tahun 1998 Kane terserang lemah otot yang menyebabkan ia harus
dirawat di rumah sakit. Dokter menduga Kane tererang stroke ringan. Mula-mula
ia harus menggunakan tongkat, lalu alat bantu untuk berjalan. Tapi, sampai
beberapa waktu Kane belum pulih. Ia sulit berjalan, bahkan tidak bisa berdiri.
Brian menguras tabungannya untuk membelikan Kane motor skuter roda tiga agar
Kane tetap dapat pergi ke lapangan. Pada saat itu Brian mengikuti kejuaraan
tingkat amerika dan ia berhasil memenangkan lomba itu sambil mengacungkan tanda
kemenangan kepada Kane. Beberapa waktu kemudian, kondisi Kane makin parah. Ia
mulai kehilangan suaranya dan sering tersedak oleh makanannya sendiri.
Dokter mengatakan bahwa usia Kane hanya tinggal beberapa bulan lagi. ”Jangan sedih,” kata Kane kepada Brian. ”Kehidupanku menyenangkan, dan aku masih akan melatihmu walaupun hanya sebentar.” Pada tanggal 6 Juni, Brian menang pada lomba lari3200 meter pada Lomba Antar Juara Negara Bagian Amerika Serikat di New Jersey.
Kane menyaksikannya dari kursi roda sambil memegang stopwatch dengan lemah.
Keesokan paginya ia lumpuh total. Brian mengurus Kane sampai akhir hayatnya pada
tanggal 23 juni 2001.
Semoga kita dapat mengaplikasikan kemauan untuk disiplin dalam berbagai hal, sehingga memunculkan rasa cinta sebesar cinta Brian pada kehidupan dan pada Kane... Oke, baik baik jaga diri, semoga kita dipertemukan kembali minggu depan ya ? (nun) |
| |
| |
|
|
|
|
|
|