|
|
|
Pasar murah dan sekolah di Desa Hurip Jaya, Babelan
|
Laporan: Atiek
|
[Artikel]Pasar murah tersebut menjual berupa beras 5 kg dan mie instant 5 buah
seharga Rp 3.000
Sementara itu hasil penjualan pasar murah tersebut akan diserahkan kembali
pada Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Hurip Jayauntuk
keperluan operasional PKBM.
Hurip Jaya merupakan salah satu desa yang berada di Babelan yang keadaan
geografisnya tidak terlalu bersahabat dengan penduduk. Dengan kondisi
tanah yang tandus, menyebabkan penduduk setempat tidak mampu mengolahnya
menjadi tempat brcocok tanam. Bahkan untuk kehidupan sehari-hari,
masyarakat harus membeli air seharga Rp. 2000,00 per jerigen.
Pekerjaan penduduk tersebut sebagian besar adalah buruh nelayan, sehingga
pendapatan mereka menurut kepala Desa sebesar 15.000 perhari, malah
menurut masyarakat ada yang pendapatannya Rp. 5000 perhari. Dengan
pendapatan yang sebesar itu mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari. Apalagi untuk biaya sekolah. Namun dengan adanya program
Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mereka tidak dipungut biaya apapun,
termasuk buku. Seperti yang dikatakan kepala sekolah SDN Pantai Urip 03,
Ibu Saminten bahwa sekarang untuk biaya sekolah gratis, bahkan dari 3
tahun yang lalu untuk SD yang ada di desa tersebut gratis, karena telah
mendapatkan bantuan dari berbagai pihak.
Akan tetapi kemulusan untuk bisa mengenyam pendidikan anak dari desa Hurip
Jaya hanya sebatas tingkat SD, pasalnya di desa tersebut tidak memiliki
sekolah setingkat SLTP. Para siswa yang ingin melanjutkan sekolah maka
harus menempuh perjalanan sepanjang 10 km dengan ongkos transportasi
sebesar 10 ribu perhari. Sehingga bisa dibayangkan bagaimana kondisinya
kalau itu dibandingkan dengan pendapatan mereka.
Dengan adanya momen pembukaan pasar murah oleh Ibu Menteri Pendidikan
Nasional, maka kepala desa Hurip Jaya, Bapak Marzukih, menyatakan
permintaan pada pemerintah untuk mendirikan sekolah SLTP Negeri untuk
penduduk tersebut. Hal itu ditanggapi positif oleh Ibu Retno Bambang
Sudibyo, dan akan segera direkomendasikan pada Menteri Pendidikan
Nasional.
Mengenai kapan akan direalisasikan pendirian SLTPN di Desa Hurip Jaya ,
Ibu menteri mengatakan akan mengadakan survey lebih dulu. Namun dengan
siswa SD yang berjumlah 300 orang menurut Ibu menteri, telah memenuhi
syarat.
|
| |
| |
|
|
|
|
|
|