Rabu, 08 September 2010
DFM NEWS 16 Mei 2010 (07:45 WIB)
DFM NEWS 15 Mei 2010 (18:45 WIB)
DFM NEWS 15 Mei 2010 (15:45 WIB)
DFM NEWS 15 Mei 2010 (07:45 WIB)
DFM NEWS 14 Mei 2010 (18:45 WIB)
 
  Riri Wijaya
  Desiree Manumpil
  Pritha Wibisono
  Hari Setyowanto
  
 
 
 
The Rain “SERENADE”

Laporan: Hadi

[''Rising Star'' (Weekend Show) Sabtu, 16.00-17.00 WIB]

Radio DayFM Jakarta kedatangan tamu yang sangat istimewa dari group band The Rain. Sudah sejak awal kemunculan mereka – sekitar 2002 – band asal Yogya ini memutuskan untuk melawan arus. Dinaungi oleh Prosound/Trinity Optima Production, sampai saat ini theRain mampu menorehkan angka penjualan nyaris 200 ribu kopi untuk kedua album yang mereka rilis.

Masing-masing Hujan Kali Ini (2002) dan Senandung Kala Hujan (2005). Tahun 2007 ini mereka kembali denganSerenade. Warna dan karakter yang diusung tak bergeser jauh dari album-album sebelumnya.

\"Album ini seperti penegasan diri dan musik kami selama ini. Kami coba lebih spontan dan nggak terlalu banyak berpikir,\" jelas Indra, mewakili teman-temannya di studio Radio DayFM Jakarta. Indra tak berbohong. Kalau sebelumnya theRain lebih dikenal dengan singel mellow, di album kali ini mereka coba menawarkan lagu-lagu up beat (menurut istilah mereka, pop menyenangkan!). Komposisinya pun seimbang. Dari 12 track yang terserak, 7 di antaranya bertempo medium ke atas.

\"Lagu-lagu itu sengaja kami buat untuk keperluan panggung. Soalnya dari pengalaman selama ini, terbukti lagu-lagu up beat selalu disuka. Dan bisa menaikkan tensi penonton…,\" kata Indra lagi. \"Selain itu, kami bisa sedikit lebih gila-gilaan dengan lagu-lagu model begitu,\" sambung Aang.




Sebulan lamanya Krishna dan theRain berkorespondensi. Diikuti dengan sesi workshop dan terus ke rekaman selama sekitar 2 minggu. Bagi theRain sendiri, kehadiran Krishna juga ibarat \"dewa penolong\". Mereka merasa banyak belajar dari vokalis merangkap bassis Suckerhead ini.

\"Aku nggak nyangka di balik tampilan dan musik gaharnya, ternyata Mas Krishna itu pop banget! Jauh lebih ngepop dibanding kami… hehehe…!\" ujar Iwan. Ada sekitar 35 lagu yang akhirnya berhasil mereka kumpulkan dalam jangka 2 bulan. Dari ke-35 lagu itu, kemudian dipilah menjadi 12 lagu. Itulah yang akhirnya terkemas di Serenade.

Selain Krishna, ada beberapa nama lain yang turut dilibatkan. Seperti Yudhi, keyboardis Kua Etnika. Juga Iwan Hasan (Discus) yang jadi mastermind seluruh orkestrasi yang terdengar di album ini. Mimpi, rahasia, dan kenangan. Itu yang menjadi tema besar keseluruhan lagu di Serenade.




\"Entah kenapa, itu yang jadi top of mind aku waktu mulai ngumpulin lagu buat album ini. Banyak yang masih terinspirasi dari pengalaman pribadi, tapi cara penulisan liriknya nggak lantas jadi curhat semata. Jadi bisa di-share dan dirasain oleh orang banyak,\" terang Indra.

Vokalis plontos ini bilang bahwa di album ini mereka banyak bereksperimen dalam metode pembuatan lagu. Walaupun pola lama tetap dipakai, namun entry point dalam pembuatan lagunya sendiri bisa bermula dari berbagai macam cara.

\"Di lagu Bukan Penantian, aku mengambil pola ritem gitar untuk intro. Tapi nggak dimainkan dengan gitar, melainkan dinyanyikan. Jadinya unik…,\" terang Iwan, yang selain jadi gitaris, juga menjadi aranjer utama merangkap sound engineer. Di sektor ritem dasar, Aang juga mencoba bereksperimen. Tak lagi terpaku dengan pola ritmis standar, di beberapa lagu dia coba mengawinkan pola ritmis dari genre musik lain.




\"Kalau didengar lebih teliti, di lagu Cinta Terpendam, pattern yang aku mainin sebenernya lebih ke R&B. Di beberapa lagu lainnya juga begitu. Intinya aku nggak menutup diri untuk semua kemungkinan pattern deh,\" jelas Aang, yang sebelum gabung ke theRain sempat menjajal kancah metal underground Yogya.

Alasan lainnya adalah demi kekinian. Maksudnya, \"Ada beberapa lagu yang udah kami buat bahkan sebelum album pertama. Notasinya pun terdengar jadul. Maka pattern beatnya harus variatif, supaya nggak terkesan makin jadul,\" lanjut Aang.

Bagusnya, eksperimen itu tak lalu membuat theRain tergoda untuk menjauhi pasar dan asik dengan diri mereka sendiri. Lagu-lagu yang selama ini menjadi kekuatan mereka, tetap dihadirkan. Simak saja Terlalu Indah, Serenade, Tersenyum Dalam Luka, serta Persimpangan,. Dijamin nuansa theRain yang selama ini kita kenal langsung mengemuka.

 
 
HIRO “Satu Kisah”
WINDY She’s Rock ..!!
Gelombang Baru Berkekuatan Prima (REPVBLIK)
Good Morning (D’Cinnamons)
Andra & The Backbone
  Profil Radio DFM
  Redaksi
  Announcer
   LOGIN
   
  @radiodfm.com
   PASSWORD
   
   
Info Sehat - Gadis Merokok
Info Sehat - Breast Crawl
Info Sehat- Madu & Luka
TIPS MUDIK / KENDARAAN
TIPS MUDIK
 
 
 
   
Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Radio DFM Jakarta
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra

Home | Profil | Kontak Kami | Suara Pendengar
Redaksi Radio DFM Jakarta : redaksi@radiodfm.com
Copyright © 2004 radiodfm.com
design by Visionnet